POPDA Award 2015

No comments :

POPDA SMA/SMK akhirnya selesai digelar dengan predikat cukup lancar. Predikat yang layak disematkan kalau melihat pelaksanaannya yang sederhana. Ya, begitu sederhana malah, bahkan ketika selesainya laga puncak pun tidak ada upacara penyerahan piala atau medali atau piagam penghargaan bagi sang juara. Untuk itu, melalui tulisan ini kami ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang sudah berkeringat selama berlangsungnya POPDA 2015. 

1. Man of the Match Final POPDA
SMK YPP keluar sebagai juara dengan kemenangan 2 – 1 atas SMA 6 pada laga finalnya. Beberapa pemain tampil apik selama 2 x 25 menit itu. Bayu yang berseragam nomor 10 dari SMA 6 menjadi salah satu pemain yang menjadi sorotan kami. Kecepatan lari membuat pemain belakang YPP bekerja keras. Bahkan, ia mencetak gol penyama kedudukan dan sempat membuat lawannya was-was. Sementara di kubu YPP, Abi dengan nomor 12-nya cukup membuat lini belakang SMA 6 kerepotan. Satu gol dan satu assist menjadi buktinya. Beberapa kali akselerasi Abi pun nyaris membobol gawang SMA 6.

Tapi, kami lebih memilih Rico sebagai Man of The Match laga final POPDA ini. Rico yang mengisi posisi poros tengah pengatur serangan YPP berandil besar dalam kemenangan timnya. Beberapa umpan dan sepakan pojoknya membahayakan. Gol pertama YPP pun bermula dari kaki Rico. Begitu juga gol kedua YPP. 

2. Most Valuable Player (MVP)
POPDA tahun ini memang berlangsung tidak begitu menarik. Beberapa laga berjalan monoton dan tidak menarik untuk ditonton. Kualitas permainan jauh dari harapan. Atau, ekspektasi terhadap mereka yang ketinggian?

Tapi memang, sebagian besar materi pemain dari tim-tim peserta tidak merata. Ada yang pemain belakangnya bagus, depannya bagus, tapi tengahnya tidak. Ada yang depannya bagus tapi tengah dan belakangnya tidak. Ada yang belakang dan tengahnya bagus, tapi depannya tidak, dan lainnya.

Sementara, tim-tim yang harusnya menang dengan materi pemainnya malah justru kalah. Terjadinya diskualifikasi karena persyaratan administrasi pemain juga sangat disayangkan. Imbasnya, beberapa pemain potensial tidak dapat melanjutkan unjuk kemampuannya.

Penghargaan MVP mau tidak mau harus kami berikan kepada pemain-pemain yang bisa mengantarkan timnya hingga ke babak akhir. Atau setidaknya mereka yang masuk empat besar. Dan dari beberapa pemain yang menjadi kandidat, Abi dari YPP layak mendapatkannya. 

Abi tampil sangat apik bila dibandingkan pemain lainnya. Kecepatan lari, kelincahan, dan kemampuan olah bolanya di atas rata-rata pemain yang berlaga di POPDA ini. Beberapa gol berkelas lahir dari kakinya dan berhasil membawa timnya merebut juara.

3. Pemain Terbaik Berdasarkan Posisi
Ada banyak pemain yang berlaga di POPDA ini. Sebut saja minimal 11 pemain per tim, maka ada minimal 24 penjaga gawang, minimal 24 bek tengah, minimal 24 bek sayap, minimal 24 poros tengah, minimal 24 pemain sayap, dan minimal 24 penyerang. Dari setiapnya tentu ada yang tampil paling baik, meski kadang bukan yang punya kemampuan paling baik. 

Dimulai dari penjaga gawang. Ada beberapa penjaga gawang yang tampil menawan. Penyelamatan-penyelematan yang dilakukannya mampu menghindarkan timnya dari kekalahan. Beberapa di antaranya: kiper SMA 8, kiper SMK 1, kiper SMA 4. Tapi kami memilih kiper SMA 6, Hikam, sebagai yang terbaik dalam POPDA tahun ini. Meski berbadan besar, ia cekatan dan sigap dalam menyelamatkan gawangnya. Bola yang mengarah ke gawangnya dengan tenangnya ia tangkap dan halau. Total ia kebobolan tiga gol. Tapi, ketiga gol yang bersarang ke gawangnya itu bukan karena kesalahannya.

Bek. Secara keseluruhan, pemain-pemain bek yang berlaga tampil biasa saja. Tidak ada yang tampak tampil spesial. Tidak ganasnya serangan lawan menjadi salah satu penyebabnya. Tapi dari beberapa bek yang berlaga, menurut kami bek yang tampil paling baik dibanding lainnya adalah bek SMA 10 dan SMA 6.

Poros Tengah. Begitu melimpahnya pemain tengah yang dimiliki tim-tim sekolah SMA/SMK Purworejo ini. Mereka bermain dengan apik dengan kemampuan yang apik pula secara individu maupun tim. Beberapa yang tampil menonjol seperti poros tengah SMA 4 dan poros tengah MAN yang sama-sama mengenakan nomor 6. Tapi, pemain poros tengah yang penampilannya paling apik menurut kami adalah Rico yang mengenakan nomor 8 dari tim YPP.

Pemain Sayap. Beberapa tim memanfaatkan sektor sayap untuk menekan lawan. YPP, sang juara, seringkali melancarkan serangannya lewat sayap. Siapa lagi kalau bukan melalui Abi, yang sebelumnya kami sudah menobatkannya sebagai MVP. Tidak perlu diragukan lagi.

Penyerang. Begitu juga dengan lini pertahanan, lini serang tim-tim yang berlaga di POPDA ini secara keseluruhan kurang garang. Sebagian besar gol yang terjadi bukan dicetak oleh penyerang, melainkan lini kedua. Tapi, ada satu pemain yang menurut kami pantas dihadiahi sebagai penyerang terbaik. Ia adalah Anwar, penyerang SMK Pancasila 1 Kutoarjo. Hat-trick ke gawang SMK 7 menjadi buktinya. Kecepatan lari, kontrol bola, dan penyelesaiannya cukup dominan bila dibanding penyerang lainnya. Sayangnya timnya harus didiskualifikasi pada babak 16 besar karena masalah kelengkapan administrasi pemain. Andai itu tidak terjadi, tentu aka nada banyak gol lagi yang lahir dari kakinya atau setidaknya masih bisa melihat pergerakannya yang membuat lawan kewalahan.

4. Pencetak Gol Terbanyak dan Gol Terbaik
Total tercipta 40 gol dalam 23 laga yang dimainkan selama POPDA tahun ini. Atau dapat dikatakan terjadi 1.7 gol / laga, atau juga dapat dikatakan terjadi satu gol dalam setiap 29 menit. Terlalu sedikitnya waktu pertandingan (2 x 25 menit) menjadi penyebab utama kurang produktivitasnya tim-tim peserta. Di sisi lain, kurang garangnya penyerang menjadi penyebab lainnya. Banyak peluang matang yang tidak berujung ke gawang.

Soal pencetak gol terbanyak, sebenarnya kami tidak melakukan pencatatan secara lengkap. Namun, ada beberapa pemain yang masuk dalam kategori ini. Mereka adalah pemain-pemain yang mencetak gol minimal tiga, yaitu: Anwar (SMK Pancasila 1), Bayu (SMA 6), Catur (YPP), Rico (YPP), dan Abi (YPP).

Sementara, dari total 40 gol yang tercipta, ada beberapa gol yang bisa dibilang merupakan gol-gol terbaik selama gelaran POPDA, yaitu:
Kelima, gol tunggal pemain SMK 4 ke gawang SMA Bruderan. Melalui serangan balik dari sayap kanan, pemain sayap SMK 4 menyepak bola ke arah depan gawang. Dengan mudah, rekannya yang berlari dari sayap kiri menjemputnya dan membelokkannya ke gawang.

Keempat, gol jarak jauh Anwar ketika SMK Pancasila 1 membantai SMK 7. Setelah beberapa kali membuang peluang, Anwar akhirnya membuka keunggulan lewat tendangan bebas. Dari titik yang cukup jauh di sayap kanan SMK Pancasila 1, Anwar dengan tepatnya mengarahkan bola ke pojok kanan gawang yang tak mampu dibendung kiper SMK 7.

Ketiga, gol bunuh diri pemain SMK 4. Bukan karena gol bunuh dirinya, tapi karena proses dari terjadinya gol ini. Gol bermula dari sepakan pojok yang dilakukan oleh Rico. Bola yang melambung lurus mengarah ke tiang jauh. Pemain SMK 4 yang coba menghalau malah memasukkannya ke gawang sendiri dengan derasnya.

Kedua, gol Abi ke gawang SMA 6 pada laga final POPDA. Sudut yang sempit menjadi faktor kenapa gol ini masuk dalam gol terbaik kedua. Abi yang mendapat umpan dari tengah membawa bola hingga kanan gawang. Dengan tenangnya, ia menempatkan bola lewat kaki kirinya ke arah tiang jauh. Bola yang melambung pun masuk ke gawang, sementara kiper SMA 6 hanya diam melihat laju bola.

Dan yang pertama, gol tunggal pemain SMA 8 ke gawang SMK Nurul Salaf Kemiri pantas menjadi yang terbaik. Bola lepas ke depan kotak penalti tanpa dikontrol langsung disambar dengan tendangan voli dan melayang deras ke pojok gawang. Kiper SMK NS bahkan hanya diam melihat laju bola.

Sebagai tambahan, tak lupa kami juga memberikan penghargaan spesial bagi para perangkat pertandingan (wasit, asisten wasit, dan pengawas pertandingan) yang telah menyelenggarakan POPDA tahun ini. Ya meski sebenarnya penyelenggaranya adalah pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga yang entah kemana mereka selama gelaran POPDA.

Itulah beberapa penghargaan kepada para pemain yang telah berjuang bagi sekolah mereka menurut kami. Bagaimana kalau menurut kalian?

SMK YPP Juara POPDA 2015

No comments :

SMK YPP kembali mengulang kesuksesan dua tahun lalu dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Purworejo. Tahun ini, mereka kembali meraih juara setelah mengandaskan perlawanan SMA N 6 dengan skor 2 – 1 dalam waktu 2 x 25 menit. Skor yang sama ketika mereka bertemu pada final dua tahun yang lalu. 

Laga final yang digelar Rabu (11/3) pagi di Stadion WR Soepratman ini berjalan tidak begitu menarik meski tribun dipenuhi penonton. YPP yang dilatih oleh Slamet (pelatih IM Purworejo) langsung menguasai permainan sejak awal pertandingan. Beberapa serangan dilakukan bertumpu pada Rico yang menjadi poros tengah. 

Usaha mereka berbuah ketika laga memasuki menit ke-6. Umpan jauh Rico dari tengah dengan mampu diteruskan Abi yang bebas di sayap kiri. Dengan kecepatan larinya, bola dibawa masuk ke kotak penalti dan dengan tenangnya ditempatkan ke arah tiang jauh. 

Namun, keunggulan YPP tak berlangsung lama. Selang empat menit, SMA N 6 mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok hasil serangan pertama meraka, bola yang lepas ditendang Bayu ke atas. Bola yang tidak meluncur terlalu deras dari atas gagal ditangkap kiper YPP dan malah masuk ke gawang. Sontak para siswa SMA N 6 yang memenuhi tribun bagian selatan bersorak. 

Sejak itu permainan tidak terlalu timpang. SMA N 6 mulai mampu meladeni permainan YPP meski secara penguasaan bola jauh dipegang YPP. Beberapa kali Abi dan rekan-rekannya membuang peluang matang yang seharusnya menjadi gol. Babak pertama berakhir sama kuat, 1 – 1. 

Jalannya laga di babak kedua tidak jauh beda babak pertama. YPP menguasai permainan dengan bertubi-tubi menekan pertahanan SMA N 6. Sementara SMA N 6 sesekali melakukan serangan balik meski sering gagal sebelum masuk kotak penalti YPP. 

Memasuki menit ke-37, Catur membawa YPP kembali unggul atas SMA N 6. Dengan mudah Catur menyepak bola sundulan Abi yang meneruskan umpan lambung Rico. Kiper SMA N 6 hanya diam pasrah. Gol Catur yang sekaligus menjadi gol kemenangan YPP ini disambut meriah oleh penonton yang mengisi tribun bagian utara.

SMA 6 ke Final Lewat Gol Kontroversial

No comments :
Tim sepakbola SMA 6 Purworejo kembali melanjutkan tren positifnya dalam gelaran POPDA. Dalam tiga tahun terakhir, mereka selalu masuk empat besar. Bahkan, mereka dua kali lolos hingga laga final. Tahun ini salah satunya. Dan mereka akan kembali bertemu SMK YPP yang mengalahkan mereka pada final dua tahun yang lalu.

Pada laga semifinal kemarin pagi (9/3) di Stadion WR Soepratman ini, SMA 6 mengungguli SMA 10 dengan gol tunggal yang kontroversial. Permainan sempat berlanjut beberapa detik sebelum wasit mengesahkan gol.

Berawal dari serangan balik dari sayap kiri, bola umpan tarik pemain sayap SMA 6 tidak mampu dihalau oleh kiper SMA 10. Bola yang lepas kemudian dibelokkan ke gawang oleh rekannya yang menunggu di tengah. Pemain belakang SMA 10 berhasil menghalaunya, tapi asisten wasit kedua menganggap bola sudah melewati garis. Sayangnya, wasit tidak begitu jelas menangkap sinyal yang diberikannya.

Laga antara SMA 6 dengan SMA 10 ini berlangsung cukup panas dan keras serta riuh dengan penuhnya tribun oleh pendukung SMA 6. Terlebih sejak gol kontroversial terjadi. Sebelumnya, laga berjalan biasa saja. Beberapa pemain sempat ditandu keluar lapangan saking tingginya tensi pertandingan.

Pada babak kedua, tensi pertandingan makin meninggi. Seorang pemain SMA 6 sampai harus meninggalkan lapangan usai mendapat kartu kuning kedua. SMA 10 yang ketinggalan gol terus menekan pertahanan SMA 6. Bola nyaris berada di daerah SMA 6 sepanjang 25 menit kedua.

Meski unggul jumlah pemain dan penguasaan bola, lemahnya lini depan membuat mereka gagal membuat peluang ke gawang. Apalagi dengan strategi bertahan SMA 6 dengan memenuhi lini pertahanan mereka. Hanya satu peluang matang yang seharusnya jadi gol yang mereka dapatkan. Hingga wasit mengakhiri pertandingan, tidak ada gol tambahan.

SMA 6 pun lolos ke final dan akan bertemu SMK YPP yang pada laga semifinal lainnya menaklukkan SMA 7 dengan empat gol tanpa balas. Laga final akan dimainkan Rabu (11/3) mulai pukul 08.00 pagi di Stadion WR Soepratman.