Kesederhanaan di Tempat yang Sederhana

Bener merupakan salah satu kecamatan yang berada di titik paling luar Kabupaten Purworejo. Terletak di sebelah utara tepatnya dan berbatasan dengan Kabupaten Magelang. Keadaannya masih sederhana, kebanyakan. Kondisi geografisnya yang berbukit-bukit menambah kesederhanaan daerah yang dibagi dalam beberapa desa ini. Begitu juga kalau bicara soal sepak bola di sana.

Aktivitas sepak bolanya cukup tinggi, terlebih dengan adanya turnamen antar tim desa-desa di sana. Salah satu turnamen tingkat kecamatan yang aktif di Kabupaten Purworejo. Bahkan lebih aktif daripada Kecamatan Purworejo yang merupakan pusat dari Kabupaten Purworejo. Tahun ini merupakan edisi keempat secara berturut-turut. 

Hanya saja, pelaksanaan turnamen ini masih sangat sederhana. Hal itu bisa dilihat saat pelaksanaan pertandingan yang tampak seperti latih tanding biasa. Jangankan ada pengeras suara, panitia pun seadanya, juga berbagai aspek lainnya. 

Bila dibandingkan dengan turnamen di kecamatan lain, cukup jauh bedanya. Turnamen di Kecamatan Bagelen contohnya. Di sana, panitia menyajikan Kridatama Cup (nama turnamennya) dengan apik layaknya turnamen. Mulai dari tempat panitia, tempat pemain cadangan, wasit yang lengkap, pengeras suara, hingga komentator layaknya yang ada di televisi. Hal-hal yang meningkatkan daya tarik masyarakat sekitar untuk datang menyaksikan. 

Meski begitu, penyelenggaraan yang sederhana bukan menjadi penghalang akan munculnya pemain-pemain berbakat. Digelarnya turnamen ini juga berimbas pada mulai munculnya tim-tim baru dari desa lainnya. Yang artinya, muncul juga pemain-pemain baru yang selama ini jarang tampak. Peta persaingan kekuatan tim-tim di sana pun mulai merata.

Laga final kemarin menjadi salah satu penunjuknya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, final turnamen Bener Cup selalu mempertemukan rival seteru, Corseka dan Bratanero. Tim-tim lain kewalahan menghadapi dua tim kuat yang berasal dari desa yang sama ini. 

Tapi tidak dengan tahun ini, beberapa tim sudah mulai dapat memberikan perlawanan. Bahkan, ada yang berhasil menundukkan satu dari dua tim terkuat itu. Adalah Batatama yang mulai mengusik hegemoni dua tim sedesa itu. Meski kemudian di final mereka kalah dari Bratanero, tapi mereka tidak kalah bermain apik dan memaksa Bratanero imbang tanpa gol. 

Memang, tidak semua pemain memiliki kemampuan bersepak bola yang bagus. Tapi, dari setiap tim pasti ada beberapa pemain yang menonjol daripada lainnya. Dari dua tim yang tampil di final kemarin contohnya. Bratanero memiliki keunggulan pada lini tengah mereka, tak lepas dari performa apik antara dua pemain poros tengah mereka, nomor 10 yang merangkap sebagai kapten dan nomor 17. Kedua pemain ini yang memimpin permainan Bratanero hingga seringkali membuat lini belakang Batatama kerepotan. 

Tidak beruntungnya, kiper Batatama juga tampil apik kemarin. Serangan Bratanero berhasil selalu ia mentahkan. Bahkan, tendangan penalti saat menit-menit akhir babak kedua berhasil ia gagalkan. Menariknya, kiper Batatama ini masih muda, sangat muda malah. Ia masih kelas 2 SMK, bahkan, usianya belum 17 tahun, tapi fisiknya sudah cukup bagus. Ketenangan dan kesigapannya pun sudah layaknya kiper berpengalaman. 

Pada akhirnya, bukan soal siapa yang juara meski dengan juara dapat meningkatkan gengsi kepada rivalnya. Tapi di sini, di turnamen ini, adalah wadah bagi mereka untuk mengasah atau sekadar membuktikan sejauh mana kemampuan olah bola mereka. 

Apresiasi untuk para praktisi sepak bola di sana yang terus menggelorakan semangat bersepak bola. Harapannya, turnamen di Kecamatan Bener ini akan terus diadakan setiap tahunnya, semakin banyak tim yang tampil, semakin banyak pemain yang bisa menunjukkan kemampuan olah bola, semakin banyak pula yang akan tahu tentang mereka. Secara sederhana pun tidak apa-apa. Tapi kalau bisa digelar dengan lebih baik lagi, kenapa tidak?

-
sumber foto: Denny Pamungkas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTs Ma'arif 1 Bruno Sabet Semua Gelar

Liga Purworejo Dimulai

SMK N 1 Purworejo Kembali Berjaya