Laju SMK N 1 Tak Terbendung
SMK N 1 kembali ke jalur juara usai memastikan ke final POPDA 2019. Kepastian itu didapat dari hasil kemenangan mereka atas juara bertahan SMA N 5, dengan skor 1 - 0, kemarin (17/2/2019) pagi di Stadion Wage Rudolf Soepratman.
Laga kedua kesebelasan sendiri berlangsung sedang cenderung lambat. Teriknya pancaran sinar matahari menjadi salah satu kendala selain kondisi lapangan yang tak layak. Beberapa pemain mudah terkuras stamina dan kesulitan mengolah bola.
Smekza yang mayoritas diperkuat skuad POPDA SMP Kabupaten Purworejo 2018 bermain dengan cukup tenang. Gol kemenangan Smekza dicetak oleh Prima Putra memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas kapten Rikma pada babak pertama. Gol ini jadi satu-satunya yang tercipta pada laga ini. Beberapa peluang lainnya gagal dikonversi menjadi gol.
Smanli yang tampil tanpa kaptennya, Ganjar, yang cedera pada laga sebelumnya tampak kesulitan melakukan serangan. Ditambah, penyerang andalan, Alfan, turut mengalami cedera pada babak pertama kemarin sehingga harus diganti. Mereka akhirnya hanya bisa mengandalkan serangan balik, namun tak berhasil.
Laju Smekza tak terbendung sejak babak 16 besar. Menang telak atas Smansix 5 - 1, lalu dua kali menang dengan skor 1 - 0 atas SMK Nurussalaf dan Smanli. Hasil ini membuat Smekza berpeluang mengulang keberhasilan lima tahun silam. Mereka terakhir meraih gelar juara pada tahun 2014.
Laga kedua kesebelasan sendiri berlangsung sedang cenderung lambat. Teriknya pancaran sinar matahari menjadi salah satu kendala selain kondisi lapangan yang tak layak. Beberapa pemain mudah terkuras stamina dan kesulitan mengolah bola.
Smekza yang mayoritas diperkuat skuad POPDA SMP Kabupaten Purworejo 2018 bermain dengan cukup tenang. Gol kemenangan Smekza dicetak oleh Prima Putra memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas kapten Rikma pada babak pertama. Gol ini jadi satu-satunya yang tercipta pada laga ini. Beberapa peluang lainnya gagal dikonversi menjadi gol.
Smanli yang tampil tanpa kaptennya, Ganjar, yang cedera pada laga sebelumnya tampak kesulitan melakukan serangan. Ditambah, penyerang andalan, Alfan, turut mengalami cedera pada babak pertama kemarin sehingga harus diganti. Mereka akhirnya hanya bisa mengandalkan serangan balik, namun tak berhasil.
Laju Smekza tak terbendung sejak babak 16 besar. Menang telak atas Smansix 5 - 1, lalu dua kali menang dengan skor 1 - 0 atas SMK Nurussalaf dan Smanli. Hasil ini membuat Smekza berpeluang mengulang keberhasilan lima tahun silam. Mereka terakhir meraih gelar juara pada tahun 2014.

Komentar
Posting Komentar